Sudah sepatutnya ibu hamil lebih memperhatikan asupan makanan, karena selain untuk kesehatan diri selama hamil, makanan tersebut juga akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin. Makanan sehat harus dikonsumsi oleh ibu hamil sejak awal masa kehamilan atau trisemester pertama, beberapa makanan sehat yang bisa dipilih yaitu makanan yang mengandung folic acid seperti brokoli, kembang kol, wortel, jangung, kacang kedelai, jeruk, jambu biji, alpukat, dan sereal berbahan gandung atau jagung. Kandungan penting lain yang harus dikonsumsi ibu hamil di awal masa kehamilan yaitu karbohidrat, serat, protein, dan kalsium.

Makanan yang Bisa Menyebabkan Keguguran Saat Hamil Muda

Selain mengonsumsi asupan makanan yang sehat dan baik untuk tumbuh kembang janin, ibu hamil terutama yang masih hamil muda juga perlu mengetahui makanan-makanan yang berisiko menyebabkan keguguran. Masa awal kehamilan adalah masa yang masih sangat rawan bagi ibu hamil, karena pada saat ini janin belum menempel sempurna pada rahim. Itulah sebabnya salah dalam mengonsumsi makananpun dapat menimbulkan risiko keguguran. Berikut beberapa makanan yang harus dihindari saat hamil muda.

baca juga

Nanas

Meskipun termasuk dalam jenis buah, yang biasanya identik dengan makanan sehat untuk hamil, tapi konsumsi nanas sangat tidak dianjurkan terutama untuk ibu hamil muda. Nanas mengandung bromelain yang dapat melunakkan serviks untuk memulai kontraksi pada ibu hamil. Kondisi ini dapat menyebabkan keguguran, jadi pada saat telah didiagnosis mengandung sebaiknya moms menghindari nanas dan semua olahannya seperti jus nanas.

Pare

Memiliki rasa pahit tak membuat pare kehilangan penggemar, tapi untuk moms yang sedang hamil muda sebaiknya hindari dulu untuk makan pare. Pare dapat menyebabkan diare, gas berlebihan, kram perut dan juga perut kembung. Selain itu pare juga mengandung hepatotoxin yang bisa menjadi racun bagi orang dengan kondisi tertentu, jadi konsumsi pare selama masa kehamilan dapat mengganggu sistem di rahim dan memicu persalinan dini bahkan keguguran.

baca juga

Kepiting

Merupakan salah satu seafood yang kaya akan kalsium, tapi kepiting sebaiknya dihindari oleh ibu hamil muda. Kepiting memiliki kadar kolesterol yang tinggi sehingga dapat menyebabkan penyusutan rahim yang memicu pendarahan internal dan kemungkinan keguguran. Jadi meskipun olahan kepiting terasa sangat nikmat, moms yang ingin kandungannya selamat sebaiknya menunda untuk makan kepiting.

Hati Ayam dan Sapi

Hati mengandung vitamin A yang tinggi, jadi mengonsumsinya sesekali dalam sebulan tentu tidak akan menimbulkan bahaya. Tapi konsumsi berlebihan hati ayam maupun sapi selama masa awal kehamilan dapat meningkatkan akumulasi retinol secara bertahap. Kandungan retinol berlebih dalam tubuh ibu hamil akan berdampak buruk terhadap janin.

Buah Peach

Buah yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai persik ini diyakini bersifat panas bagi janin. Itulah sebabnya mengonsumsi buah ini terutama di awal masa kehamilan sangat tidak dianjurkan. Karena kandungan panas yang disebabkan oleh buah persik ini dapat memicu pendarahan internal yang mengakibatkan keguguran.

Pepaya Muda

Pepaya muda atau yang masih berwarna hijau memiliki komponen yang bertindak sebagai pencahar dan dapat menyebabkan persalinan prematur seta memicu kegguran. Biji pepaya juga mengandung enzim yang dapat menyebabkan kontraksi rahim yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko keguguran. Jadi jika moms ingin mengonsumsi pepaya saat hamil muda, pastikan pepaya sudah matang dengan sempurna. 

Daging Olahan

Beberapa jenis makanan yang terbuat dari daging olahan seperti sosis, daging isi, pate, daging cincang, salami, daging deli, dan pepperoni sebaiknya dihindari ibu hamil muda. Daging dapat mengandung bakteri Toksoplasma gondii, listeria, atau salmonela yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Ibu hamil juga harus menghindari konsumsi daging mentah atau kurang matang, karena bakteri dalam daging bisa menular ke bayi dan memicu masalah seperti keguguran, kelahiran prematur, atau bayi lahir meninggal.

Produk Susu Mentah

Produk susu mentah tidak hanya susu segar yang tidak melalui proses pasteurisasi, tapi juga
beberapa olahan susu seperti keju mozarella dan keju feta yang masih memiliki bakteri pembawa
penyakit seperti Listeria Monocytogenes. Bakteri ini dapat membahayakan kehamilan, selain itu
susu dan produk olahan susu mentah juga dapat menyebabkan komplikasi kehamilan.