Radang sendi
Radang sendi atau disebut juga sebagai artritis merupakan suatu kondisi terjadinya peradangan (inflamasi) dalam satu atau beberapa sendi. Gejala yang dirasakan penderita biasanya berupa nyeri, bengkak, kemerahan, atau sensasi hangat pada sendi. Radang sendi juga dapat menyebabkan sendi menjadi kaku dan sulit untuk digerakkan.

source: https://www.google.co.id/amp/s/m.viva.co.id/amp/blog/kesehatan/1037157-ini-bedanya-asam-urat-dan-radang-sendi-wajib-tahu

Risiko terkena radang sendi biasanya meningkat seiring pertambahan usia. Selain itu, obesitas, jenis kelamin, dan riwayat kesehatan keluarga juga dapat turut berpengaruh. Terlebih lagi jika ada riwayat cedera pada sendi, maka rasa sakit di sekitar sendi tersebut dapat kambuh di kemudian hari.

Gejala radang sendi
Gejala umum yang terjadi pada radang sendi adalah:

  • Kemerahan
  • Pembengkakan sendi
  • Nyeri sendi
  • Kekakuan sendi
  • Kehilangan fungsi sendi
source: http://tokoherbal02.blogspot.com/2018/05/yang-perlu-anda-ketahui-tentang-nyeri.html?m=1

Seringkali, hanya beberapa gejala radang sendi yang timbul. Peradangan juga dapat dikaitkan dengan gejala radang sendi seperti “flu” termasuk:

  • Demam
  • Menggigil
  • Kelelahan atau kehilangan energi
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • Kekakuan otot
baca juga

Ada beberapa jenis radang sendi yang perlu Moms tahu:

Artritis karena kondisi degeneratif (degenerative arthritis)
Osteoarthritis merupakan jenis yang paling sering terjadi. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan sendi mulai menipis seiring usia, sehingga tulang bisa bergesekan langsung dengan tulang lain dan menyebabkan rasa sakit serta terhambatnya gerakan. Osteoarthritis umumnya diderita oleh orang berusia 50 tahun ke atas, dan biasanya menyerang sendi di bagian tangan, lutut, pinggul, atau tulang belakang.

Artritis karena reaksi peradangan (inflammatory arthritis).
Sistem kekebalan tubuh umumnya melindungi tubuh dengan menimbulkan reaksi peradangan untuk menghilangkan infeksi dan mencegah penyakit. Namun sistem kekebalan tubuh dapat salah dan menyerang sendi dengan mengakibatkan reaksi peradangan yang tidak terkontrol (reaksi autoimun). Keadaan ini dapat mengakibatkan erosi pada sendi dan dapat menyerang organ lain juga.

source: http://www.bebibums.com/2012/03/gejala-radang-sendi.html?m=1

Artritis karena infeksi (infectious arthritis).
Virus, bakteri atau jamur di dalam darah langsung masuk dan menyerang ke dalam sendi sehingga menimbulkan reaksi peradangan. Berbeda dengan reactive arthritis, dimana reaksi peradangan di dalam sendi diakibatkan oleh infeksi di tempat lain. Radang sendi dengan nama lain septic arthritis ini berisiko pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada penyakit kanker dan diabetes.

Artritis karena gangguan metabolik (metabolic arthritis).
Penyakit asam urat merupakan metabolic arthritis. Kondisi yang umumnya menyerang bagian sendi jempol kaki ini disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di dalam sendi. Selain sakit, sendi yang terkena penyakit asam urat juga bisa memerah dan membengkak. Kondisi ini lebih berisiko menyerang pria.

Bahaya radang sendi

source: https://www.honestdocs.id/obat-radang-sendi-terbaik-dokter

Seperti telah dijelaskan di atas, radang sendi tidak boleh disepelekan ya Moms. Lebih dari separuh orang dewasa di Amerika Serikat yang mengidap radang sendi melaporkan mengalami tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi dikaitkan dengan penyakit jantung. Peningkatan jumlah sel dan zat inflamasi dalam sendi dapat menyebabkan iritasi, mengurangi tulang rawan (bantalan di ujung tulang), dan pembengkakan pada lapisan sendi (sinovium).

baca juga

Pengobatan radang sendi
Pengobatan radang sendi yang diberikan oleh dokter bergantung kepada jenis dan tingkat keparahannya. Selain untuk meringankan gejala, pengobatan radang sendi juga bertujuan untuk meningkatkan fungsi sendi-sendi.

Untuk mengurangi rasa sakit, biasanya digunakan obat antiinflamasi nonsteroid atau OAINS (misalnya ibuprofen atau diclofenac), analgesik (misalnya paracetamol atau tramadol), serta mengoleskan krim atau salep yang mengandung capsaicin atau mentol sesuai dengan dosis dan aturan pakai dari dokter.

Untuk mengatasi kasus radang sendi akibat autoimun dokter dapat meresepkan kelompok obat disease-modifying antirheumatic drugs(DMARDs), misalnya hydroxychlorquine atau methotrexate. Bersamaan dengan pemberian DMARDs, infliximab atau etanercept (golongan biologic response modifiers) juga dapat diberikan. Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat-obatan golongan kortikosteroid, seperti prednison.

source: https://www.google.co.id/amp/s/amp.kompas.com/health/read/2014/03/19/1038446/Nyeri.Lutut.Bukan.Obat.Anti.Nyeri.Solusinya

Selain dengan obat-obatan, fisioterapi juga direkomendasikan oleh dokter dengan tujuan memperkuat otot-otot di sekitar sendi dan meningkatkan kemampuan gerak tubuh. Mengurangi berat badan, olahraga teratur (terutama olahraga di dalam air), kompres hangat atau dingin pada sendi, serta menggunakan tongkat juga diperlukan untuk mengurangi gejala radang sendi.

Apabila gejala radang sendi sudah sangat parah dan tidak bisa diatasi lagi, baik oleh obat atau pun fisioterapi, maka dokter akan merekomendasikan operasi. Beberapa jenis operasi yang bisa dilakukan adalah prosedur penyatuan sendi atau arthodesis, prosedur pemotongan tulang untuk memperbaiki garis normal tubuh (osteotomy), serta prosedur penggantian sendi atau artroplasti.

Nah Moms, berikut tadi seputar gejala, jenis dan cara pengobatang radang sendi. Semoga informasi ini bermanfaat ya!